Kukar Lumbung Pangan Kaltim

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Bupati Kukar Edi Damansyah memimpin ngapeh hambat, dengan mengangkat tema "Kukar Lumbung Pangan Kaltim? Jangan Kerja Sorang" di ruang serbaguna Kantor Bupati Kukar, Senin (27/6/2022).

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono, Asisten II Wiyono, Asisten III Totok Heru Subroto, dan dihadiri Kepala OPD Kukar.

Edi Damansyah mengatakan, ngapeh hambat ini dalam rangka mempersiapkan lumbung pangan di Kaltim, tentunya hal ini perlu dilakukan sinkronisasi antar OPD untuk mendukung lumbung pangan. Jadi perlu sinergitas untuk ketahanan pangan di Kukar ini.

"Kita ingin memastikan blueprint ketahanan pangan di Kukar, misal Dinas Pertanian, Perkebunan berbuat apa, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas PU berbuat apa. Kita sinkron dan sinergikan kembali ini," kata Edi Damansyah kepada Poskotakaltimnews.

Pemerintah daerah terus berupaya untuk menyediakan kebutuhan pokok yang ada di Kaltim, sebab pemerintah daerah telah mendapatkan panji pembangunan dari Gubernur Kaltim di bidang ketahanan pangan, maka dari itu program ketahanan pangan di Kukar harus maksimal.

"Kita bekerja dulu, kalau kita berhasil kan untuk menyediakan kebutuhan pokok di Kaltim. Saat ini kita sedang mempersiapkan konsepnya, supaya kerjanya lebih fokus," sebutnya

Ia berujar, penguatan terus dilakukan, pemerintah daerah menyiapkan lebih besar lagi lumbung pangannya, untuk menghadapi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jangan sampai peluang ini tidak dimanfaatkan dan diambil orang luar.

"Kita menetapkan pertanian berbasis kawasan, ada 5 kawasan telah ditetapkan, luasannya sekitar 8 ribu hektare," ucapnya.

Mindset petani harus diubah, pemerintah daerah memiliki keinginan sektor pertanian dikelola secara modern, mulai dari perawatan yang baik, managemennya juga baik, ekosistemnya terbangun, jadi tidak hanya bicara terkait peningkatan produksinya, namun bagaimana dengan pemasarannya juga.

"Ya paling tidak target 2024 sudah kelihatan peningkatan produktivitasnya, perbaikan managemennya, pemenuhan sarana dan prasarananya," tuturnya

Sementara itu Kepala Distanak Kukar Sutikno menuturkan, lumbung pangan ini merupakan hal yang penting, hal ini perlu sinergitas bersama anatar OPD untuk mencapai lumbung pangan yang baik.

"50 persen beras di Kaltim itu dipasok oleh Kukar, tujuan kegiatan ini untuk mensinkronisasikan OPD terkait, sehingga Dinas Pertanian tidak kerja sorang (kerja sendiri), artinya pembangunan pertanian untuk mendukung pertanian tidak bisa dilakukan sendiri," ujar Sutikno.

Kata dia, sehingga 5 kawasan yang telah ditetapkan oleh Bupati Kukar, didukung oleh OPD lain, misal Dinas PU dalam hal ini bisa membantu untuk membangun skala besar seperti embung dan lainnya.

"Keinginan Bupati, Kukar menjadi sentra produksi pangan, hal ini akan kita tindaklanjuti pada APBD Perubahan 2022 dan APBD 2023," tutupnya.(*riz)